Sejarah Desa

Sejarah Desa Kalangan berawal pada tahun 1805. Konon ada seorang petualang yang ingin mencari ilmu kanuragan sekaligus mencari saudaranya di Dukuh Banaran Sempu. Setelah lebih dari satu tahun petualang tersebut menempuh perjalanan, orang tersebut merasa kelelahan dan bertanya kepada hampir 100 orang mengenai letak Dukuh Banaran Sempu. Semua orang yang ditanya selalu menjawab lurus saja dari sini ke arah selatan tetapi kenyataannya setelah hampir berjalan lebih dari dua tahun petualang tersebut masih berad di lokasi yang sama ketika dia bertanya kepada orang yang ditemuinya. Kelelahan melakukan perjalanan orang tersebut tertidur teramat lama dan ketika bangun dia masih juga berada di tempat semula. Setelah termenung dan terus termenung sambil berkata, “Duh, Gusti k’eng’eng menopo kulo jenengan siksa kanthi urip rekoso koyo ngeten mung ajeng badhe panggih sedherek mawon kok entene jenengan ubeng-ubengke mawon Gusti kados kalangan sing entene mung mubeng kemawon,awit saking meniko kula nyuwun petunjuk panjenengan.Mugiyo awak kulo meniko waras lane ling lan menawi wonten rejane jaman panggenan meniko kula nameni Kalangan” Doa tersebut apabila di terjemahkan secara bebas berarti “ Ya Tuhan, saya memiliki kesalahan apa sehingga Anda siksa sampai hidup susah seperti ini. Saya hanya berniat bertemu dengan saudara tetapi adanya kok hanya berputar-putar saja oh Tuhan. Tuhan, jika ada halangan yang ada,mulai saat ini saya minta petunjukMu jika badan saya sehat,takwa dan restu Mu tempat ini saya beri nama Kalangan.

Pada waktu itu Desa Kalangan belum diatur oleh sistem pemerintahan seperti saat ini. Jumlah penduduk juga masih sangat sediki begitupula dengan jarak antar rumah juga masih sangat jauh. Di dukuh Kalangan saat itu hanya terdapat tujuh rumah sehingga menurut cerita para sesepuh desa, meskipun jumlah mereka sangat sedikit tetapi mereka sangat rukun dan saling membantu satu sama lain. Cara membangun komunikasi diantara mereka juga sangat unik. Ketika salah satu keluarganya ada yang sakit ataupun memiliki hajat tertentu, untuk member kabar saudaranya yang lain cukup dengan bandil (alat untuk melempar dengan kerikil untuk jarak jauh). Hal tersebut masih memungkinkan karena rumah mereka yang sangat jauh sehingga ketika ada anggota keluarga mendengar ada bandil atau batu yang jatuh di pekarangan rumah berarti ada saudaranya yang membutuhkan bantuan.

Kemudian untuk menentukan siapa diantara mereka yang menjadi pemimpin, mereka secara mufakat mengangkat salah satu diantara warga se desa yang di anggap mampu menjadi pengayom bagi warga masyarakat. Saat itu dipilihlah warga yang bernama Harjo Tanoyo untuk memimpin dan mengkoordinir kebutuhan warga. Kepemimpinan Harjo Tanoyo berakhir sampai beliau meinggal dunia. SetelahHarjo Tanoyo  meninggal, kemudian digantikan oleh Singodrono yang masih memiliki hubungan saudara dengan Harjo Tanoyo. Kepemimpinan Singodrono juga berakhir sampai meninggal dunia. Setelah Singodrono meninggal, digantikan oleh Ngali. Pada masa peemrintahan Ngali sudah melalui pemilihan walaupun hanya ada satu calon.

Masa pemerintahan selanjutnya adalahDarmo Sukamto. Darmo Sukamto  juga sampai meninggal dunia. Setelah meninggal dilanjutkan oleh Sastro Sukasmo yang memimpin selama kurang lebih 20 tahun. Periode selanjutnya adalah Sugiman dengan masa pemerintahan beliau sampai 15 tahun. Setelah selesai, digantikan oleh Pj Sartono sebagai pejabat kepala desa selama tiga tahun.  Pada tahun 1980 diadakan pemilihan kepala desa kembali. Pada tahun 1980 yang menjabat sebagai kepala desa adalah Tugiran untuk masa pemerintahan 1980-1984.Pada masa ini masyarakat desa Kalangan mengalamai masa yang kurang tenteram karena salah satu calon kepala desa yang kalah kurang meneriam kekalahannya sehingga terjadilah dendam politik yang berdampak pada terbunuhnya Sartono  mantan pejabat kepala desa yang juga calon yang kepala desa yang kalah oleh pihak Tugiran. Akibat masalah ini, Tugiran tidak dapat meneruskan pemerintahannya hingga masa akhir jabatannya. Berkat pendekatan tokoh masyarakat dan tokoh agama,permasalahan kerawanan social di masyarakat dapat diatasi walaupun membutuhkan waktu yang cukup panjang. Setelah reda, diadakan pemilihan kepala desa dengan calon sebanyak empat orang dan akhirnya yang menduduki sebagai kepala desa adalah Narto yang memimpin sampai akhir masa jabatan.

Paripurnanya Narto kemudian digantikan oleh Sugiyartoto yang memiliki cukup banyak prestaso diantaranya masuknya aliran listrik di Desa Kalangan. Sugiyartoto meninggal dunia sebelum sempat menyelesaikan satu periode jabatannya. Ali Kiswoyo kemudian menggantikan sebagai kepala desa selanjutnya hingga menjabat selama dua periode sampai tahun 2018. Setelah akhir kepemimpinan Ali Kiswoyokemudian terpilih Heriyanto S.Sos sebagai Kepala Desa berikutnya hingga 2018. Pada awal kepemimpinan Heriyanto S.Sos terdapat gebrakan pembenahan adminitrasi desa dan pembangunan infrastruktur serta sarana prasaran pertanian yang sangat masif.

Dalam bentuk tabel, berikut nama Kepala Desa Kalangan

No

Nama

Periode

Keterangan

1

Harjo Tanoyo

-

-

2

Singo Drono

-

-

3

Ngali

-

-

4

Darmo Sukamto

-

-

5

Sugiman

-

-

6

Sastro Sukasmo

1954-1975

-

7

Narto

1984-1992

-

8

Sugiyartoto

1992-1999

-

9

Ali Kiswoyo

1999-2013

Menjabat 2 periode

10

Heriyanto S.Sos

2013-2018

 

Berita Terkini